EdukasiPendidikan

Skor Bahasa Inggris Mahasiswa Kini Jadi Incaran Perusahaan, Ini Faktanya

Pelajar Wajo
67
×

Skor Bahasa Inggris Mahasiswa Kini Jadi Incaran Perusahaan, Ini Faktanya

Share this article
Skor Bahasa Inggris Mahasiswa Kini Jadi Incaran Perusahaan, Ini Faktanya
Ilustrasi rekrutmen kerja. Foto: Getty Images/Wormphoto

Pelajarwajo.com – Kemampuan berbahasa Inggris bukan lagi sekadar nilai tambah bagi pencari kerja. Survei terbaru dari TOEIC Global English Skills Report mengungkapkan bahwa 89% perusahaan kini menjadikan skor bahasa Inggris mahasiswa sebagai bahan pertimbangan utama saat proses seleksi awal. Tren ini menunjukkan betapa pentingnya mempersiapkan kemampuan bahasa asing sejak masih duduk di bangku kuliah.

Mengapa Skor Bahasa Inggris Mahasiswa Kini Lebih Diperhatikan?

Pergeseran kebutuhan dunia kerja menjadi faktor utama mengapa skor bahasa Inggris mahasiswa makin dilirik. Perusahaan tidak lagi hanya mencari kandidat dengan nilai akademik tinggi, tetapi juga mereka yang mampu berkomunikasi secara efektif dalam lingkungan kerja internasional.

Survei yang melibatkan 1.325 pengambil keputusan bidang SDM dari 17 negara ini menemukan fakta menarik. Sebanyak 91% pemberi kerja menyatakan bahwa mereka memprioritaskan lulusan perguruan tinggi yang mahir berbahasa Inggris dalam proses rekrutmen. Angka ini menunjukkan bahwa kemampuan bahasa Inggris telah menjadi kriteria wajib, bukan lagi opsional.

Negara-negara yang menjadi responden survei meliputi Indonesia, Brasil, China, Prancis, Jerman, India, Jepang, Korea Selatan, hingga Uni Emirat Arab. Keberagaman geografis ini membuktikan bahwa tren ini bersifat global, bukan hanya terjadi di kawasan tertentu.

Tes Bahasa Inggris Terstandar Jadi Alat Ukur Andalan

Perusahaan tidak hanya melihat kemampuan bahasa Inggris secara umum. Mereka lebih mempercayai hasil asesmen terstandar seperti TOEIC dan TOEFL sebagai acuan. Jenis tes ini dinilai paling efektif untuk memprediksi produktivitas calon tenaga kerja, pertumbuhan profesional, serta perilaku dalam tim.

President of ETS Janet Garcia menjelaskan bahwa tren penggunaan tes standar ini sedang berkembang pesat di negara-negara Asia Tenggara hingga Korea Selatan. Ia menekankan bahwa TOEIC sangat bermanfaat untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks dunia kerja internasional dan komunikasi lintas budaya yang efektif.

Menariknya, sekitar 30% pengambil keputusan SDM meyakini bahwa perusahaan global saat ini juga memanfaatkan nilai bahasa Inggris dari transkrip akademik perguruan tinggi. Bahkan, lebih dari 50% responden memprediksi bahwa tes bahasa Inggris akan menjadi alat screening fundamental dalam lima tahun ke depan.

Baca juga:  Inilah Kursus Online Terbaik untuk Mengasah Keterampilan Pemasaran Digital Anda

Prediksi Lima Tahun ke Depan: Syarat Wajib Lulus Kuliah

Survei ini juga mengungkap prediksi menarik tentang masa depan pendidikan tinggi. Sebanyak 79% pemberi kerja memperkirakan bahwa dalam lima tahun mendatang, mahasiswa akan diwajibkan lolos tes bahasa Inggris sebagai syarat kelulusan. Prediksi ini sejalan dengan tuntutan pasar kerja yang semakin kompetitif.

Selain itu, 78% responden juga memprediksi bahwa lulusan perguruan tinggi di masa depan akan menjadi tenaga kerja yang mahir berbahasa Inggris di negaranya masing-masing. Hal ini menunjukkan ekspektasi tinggi terhadap kualitas lulusan dalam hal kemampuan komunikasi internasional.

Bagi kamu yang saat ini masih kuliah, prediksi ini bisa menjadi sinyal penting. Mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sejak dini bukan hanya soal mengejar nilai, tetapi juga investasi untuk karier jangka panjang.

Investasi Besar Perusahaan untuk Pelatihan Bahasa Inggris

Mahasiswa mengerjakan tes bahasa Inggris TOEIC di kampus
Foto: Gemini AI

Keseriusan perusahaan dalam hal kemampuan bahasa Inggris juga tercermin dari alokasi anggaran mereka. Survei mencatat bahwa 63% perusahaan mengalokasikan lebih dari USD 50 ribu atau sekitar Rp847 juta per tahun untuk asesmen dan pendidikan bahasa Inggris karyawan.

Angka ini bahkan lebih tinggi di industri kesehatan. Sebanyak 30% perusahaan di sektor ini berinvestasi lebih dari USD 500 ribu atau sekitar Rp8,47 miliar per tahun. Sementara itu, industri non-kesehatan hanya 14% yang mengalokasikan anggaran sebesar itu.

Sebanyak 92% pemberi kerja mengakui bahwa kemahiran berbahasa Inggris karyawan kini jauh lebih penting dibandingkan lima tahun lalu. Alasan utamanya adalah kebutuhan perusahaan untuk bersaing di kancah ekonomi global melalui tenaga kerja yang kompeten.

Persaingan Pasar Kerja yang Ketat

Dalam kondisi pasar kerja yang kompetitif, 81% responden menilai bahwa kemahiran berbahasa Inggris menjadi kunci agar seseorang bisa menonjol saat melamar pekerjaan. Ini berarti, tanpa kemampuan bahasa Inggris yang memadai, peluang untuk lolos seleksi bisa berkurang signifikan.

Baca juga:  8 Cara Menulis Footnote dari Jurnal Beserta Contohnya

Saat ini, 43% perusahaan juga sedang fokus mengembangkan program pendidikan dan pelatihan bahasa Inggris untuk karyawan yang sudah bekerja. Tes bahasa Inggris digunakan untuk memantau dan mengevaluasi tingkat kemahiran pekerja secara berkala.

Dukungan Kebijakan Pemerintah untuk Kemahiran Bahasa Inggris

Tren ini tidak hanya didorong oleh kebutuhan industri, tetapi juga kebijakan pemerintah di berbagai negara. Survei menemukan bahwa beberapa negara berpotensi menerapkan syarat kemampuan berbahasa Inggris pada jenjang pendidikan menengah (SMP dan SMA) untuk mendorong peningkatan kemahiran masyarakat secara lebih luas.

Kebijakan regional yang mensyaratkan kemahiran berbahasa Inggris untuk lulus sekolah menengah ternyata berhubungan dengan capaian bisnis yang lebih baik. Sebanyak 83% pemberi kerja di negara dengan kebijakan tersebut menyatakan sangat puas dengan kemampuan karyawan mereka dalam membangun kemitraan bisnis baru, dibandingkan 76% di negara tanpa kebijakan serupa.

Lebih dari itu, perusahaan dengan karyawan yang mahir berbahasa Inggris juga melaporkan lebih jarang mengalami penurunan kepercayaan dari mitra bisnis. Komunikasi yang tidak efektif seringkali menimbulkan kesan negatif seperti ingkar janji atau bahkan sikap tidak etis.

Kesimpulan

Data dari survei TOEIC Global English Skills Report memberikan pesan yang jelas: skor bahasa Inggris mahasiswa bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan utama di dunia kerja modern. Dengan 89% perusahaan yang menjadikannya sebagai bahan pertimbangan rekrutmen, mempersiapkan diri sejak kuliah adalah langkah strategis.

Bagi kamu yang ingin bersaing di pasar kerja global, mulailah mengasah kemampuan bahasa Inggris dari sekarang. Ikuti tes standar seperti TOEIC atau TOEFL, dan manfaatkan berbagai program pelatihan yang tersedia di kampus maupun lembaga kursus terpercaya.

FAQ (People Also Ask)

Apakah skor bahasa Inggris penting untuk melamar kerja?

Ya, sangat penting. Survei TOEIC Global English Skills Report menunjukkan bahwa 89% perusahaan menjadikan skor bahasa Inggris sebagai bahan pertimbangan saat screening awal pelamar kerja. Kemampuan ini dinilai mampu memprediksi produktivitas dan potensi pertumbuhan profesional kandidat.

Baca juga:  8 Tips Memilih Tempat Magang yang Tepat

Tes bahasa Inggris apa yang paling diakui perusahaan?

Perusahaan umumnya lebih mempercayai hasil tes terstandar seperti TOEIC dan TOEFL. TOEIC khususnya dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks dunia kerja dan komunikasi bisnis internasional, sementara TOEFL lebih fokus pada konteks akademik.

Berapa skor TOEIC yang bagus untuk melamar kerja?

Skor TOEIC yang ideal tergantung pada posisi dan industri yang dituju. Namun secara umum, skor 785-900 dianggap sebagai level profesional yang kompeten, sementara skor di atas 900 menunjukkan kemahiran tinggi yang sangat diinginkan perusahaan multinasional.

Apakah mahasiswa wajib ikut tes bahasa Inggris sebelum lulus?

Saat ini belum semua kampus mewajibkan, tetapi trennya mengarah ke sana. Survei mencatat 79% pemberi kerja memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan, mahasiswa akan diwajibkan lolos tes bahasa Inggris sebagai syarat kelulusan dari perguruan tinggi.

Bagaimana cara meningkatkan skor bahasa Inggris untuk kerja?

Beberapa cara efektif antara lain: rutin berlatih dengan soal-soal tes TOEIC, mendengarkan podcast atau konten berbahasa Inggris, mengikuti kursus persiapan tes, dan mempraktikkan percakapan sehari-hari. Konsistensi dalam belajar adalah kunci utama untuk meningkatkan skor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *