Pelajarwajo.com – E-book (buku digital) itu ibarat “produk pengetahuan” yang bisa kamu bawa ke mana-mana, dibaca di HP, tablet, atau laptop, dan yang paling enak: gampang dibagikan atau dijual online. Kalau dulu bikin buku digital identik dengan software desain yang ribet, sekarang kamu bisa bikin e-book yang rapi dan terlihat profesional cukup pakai Canva—bahkan kalau kamu bukan anak desain.
Di artikel ini, kamu bakal dapat panduan step-by-step cara membuat e-book dengan Canva, mulai dari menyiapkan materi, memilih template, merapikan layout, sampai ekspor ke PDF dan siap terbit.
Kenapa Canva Cocok untuk Bikin E-Book?
Canva jadi favorit banyak orang karena memadukan praktis + hasil bagus. Ini beberapa alasan kenapa Canva ideal buat bikin e-book:
Antarmuka mudah (pemula pun aman)
Kamu tinggal drag-and-drop. Nggak perlu pusing mikirin tool yang terlalu teknis. Canva juga punya panduan visual yang bikin proses desain terasa “mengalir”.
Template e-book siap pakai
Canva punya banyak template e-book dengan gaya yang beda-beda: minimalis, modern, playful, elegan, sampai yang cocok untuk bisnis dan edukasi. Ini mempercepat kerja karena struktur halaman sudah jadi.
Fitur desain lengkap
Mulai dari font pairing, grid, ilustrasi, ikon, elemen bentuk, hingga fitur alignment dan spacing—semuanya ada. Kalau kamu mau e-book terlihat “mahal”, Canva bisa banget dipakai.
Bisa gratis, tapi versi Pro membantu
Versi gratis cukup untuk bikin e-book sederhana sampai menengah. Tapi kalau kamu butuh aset premium, fitur Brand Kit, background remover, atau akses template yang lebih banyak, Canva Pro bisa jadi investasi yang masuk akal.
Persiapan Sebelum Desain: Biar Nggak Berantakan di Tengah Jalan
Sebelum buka Canva dan tergoda template cantik, rapikan dulu bahan kamu. Ini step yang sering disepelekan, padahal paling ngaruh ke kecepatan produksi.
1) Tentukan tujuan e-book kamu
Tanya diri kamu: e-book ini untuk apa?
- Lead magnet (gratis untuk kumpulin email)
- Produk digital (dijual)
- Materi kelas/training
- Portfolio / company profile
- Edukasi (panduan, tutorial, modul)
Tujuan akan menentukan gaya desain, panjang isi, dan struktur halaman.
2) Siapkan struktur konten (outline)
Minimal kamu punya:
- Cover
- Kata pengantar (opsional)
- Daftar isi
- Bab/Bagian utama
- Ringkasan / penutup
- Call-to-action (CTA)
- Kontak / profil penulis
- Referensi (kalau perlu)
Kalau kamu punya outline yang jelas, desain di Canva tinggal mengikuti alurnya.
3) Kumpulkan aset dari awal
Biar nggak bolak-balik cari, siapin:
- Teks: draf final (Google Docs/Word)
- Gambar: foto, ilustrasi, screenshot, grafik
- Elemen brand: logo, warna brand, font (kalau ada)
- CTA: link, QR code (opsional), akun sosial media
Pro tip: simpan aset dalam satu folder khusus supaya rapi.
Langkah-Langkah Membuat E-Book dengan Canva (Step-by-Step)
1) Buat akun dan login ke Canva
Kalau belum punya akun, tinggal daftar di Canva menggunakan email atau akun Google. Setelah itu login seperti biasa.
Kenapa ini penting? Karena desain kamu akan otomatis tersimpan (autosave), jadi aman kalau laptop/HP kamu tiba-tiba ngadat.
2) Pilih ukuran dan template e-book yang pas
Cara cepat mencari template e-book
Di beranda Canva:
- Klik “Buat desain / Create a design”
- Ketik “ebook” di kolom pencarian
- Pilih template yang paling mendekati kebutuhan kamu
Ukuran yang umum dipakai untuk e-book
Kalau kamu bingung, ini panduan singkat:
- A4: cocok untuk modul, materi training, e-book edukasi yang banyak teks
- US Letter: sering dipakai untuk market internasional
- Square/portrait custom: cocok untuk e-book yang “visual banget” atau untuk brand tertentu
Saran aman: kalau target kamu pembaca Indonesia dan formatnya edukatif, A4 portrait biasanya paling nyaman.
3) Sesuaikan template (tapi jangan kebablasan)
Template itu fondasi, bukan penjara. Kamu boleh utak-atik, tapi tetap jaga konsistensi biar e-book terlihat profesional.
Edit teks
- Klik area teks untuk mengganti judul, subjudul, dan isi.
- Tambahkan kotak teks baru lewat menu Text.
- Hindari terlalu banyak jenis font. Idealnya:
- 1 font untuk judul
- 1 font untuk isi
Ganti gambar
- Klik gambar di template
- Pilih Replace/Ganti
- Upload gambar sendiri atau pilih dari elemen Canva
Gunakan gambar yang relevan dengan isi. Jangan cuma “biar penuh”.
Tambahkan elemen desain seperlunya
Menu Elements menyediakan ikon, garis, shape, dan ilustrasi. Gunakan untuk:
- pemisah antar bagian
- highlight quote
- membuat box “tips”
- mempercantik halaman tanpa bikin ramai
Kuncinya: rapi > rame.
4) Atur tata letak halaman supaya enak dibaca
E-book yang bagus itu bukan cuma cantik, tapi nyaman dibaca.
Tambah halaman
Klik tombol + Add page untuk menambah halaman baru. Kalau ada halaman yang formatnya sama, lebih cepat pakai:
- Duplicate page / Duplikat halaman
Ini berguna banget untuk bab yang polanya berulang.
Susun urutan halaman
Di panel thumbnail halaman (biasanya di sisi kiri), kamu bisa drag-and-drop untuk mengubah urutan.
Biar lebih rapi, kamu bisa blok halaman per bagian:
- Halaman pembuka bab
- Halaman isi
- Halaman latihan/worksheet (kalau ada)
- Halaman ringkasan
5) Format konten biar terlihat profesional (bagian paling penting)
Di tahap ini, kamu “naik level” dari sekadar desain jadi produk yang siap dipublikasikan.
Konsistensi font, ukuran, dan spasi
Pastikan:
- Ukuran body text nyaman (umumnya 11–12 pt untuk A4, tergantung font)
- Spasi antar paragraf tidak terlalu rapat
- Line spacing enak dibaca (jangan dempet)
Kalau kamu memindahkan teks dari Word/Docs, cek ulang karena kadang spacing berubah.
Gunakan palet warna yang konsisten
Batasi warna utama:
- 1 warna dominan
- 1–2 warna pendukung
- hitam/abu untuk teks
Kebanyakan warna bikin e-book terlihat “ramai” dan kurang premium.
Manfaatkan grid dan alignment
Gunakan fitur:
- Position
- Align
- Tidy up (kalau tersedia)
Tujuannya supaya semua elemen sejajar. Hal kecil kayak gini bikin desain kamu terlihat jauh lebih serius.
Pastikan gambar tajam
Jangan pakai gambar pecah. Apalagi kalau e-book mau dijual—pembeli sensitif soal kualitas.
Kalau perlu, gunakan gambar resolusi tinggi, atau pakai aset Canva yang memang sudah siap cetak/digital.
Struktur E-Book yang Disarankan (Biar Pembaca Nggak Cepat Capek)
Kalau kamu bikin e-book edukasi, format ini biasanya paling aman:
Halaman awal
- Cover
- Halaman hak cipta (opsional)
- Tentang penulis (opsional)
- Daftar isi
Isi utama (per bab)
Setiap bab idealnya punya:
- Judul bab yang jelas
- Tujuan bab (pembaca jadi tahu akan dapat apa)
- Materi inti (singkat, padat, contoh)
- Ringkasan poin penting
- Latihan/aksi (kalau cocok)
Penutup
- Kesimpulan
- CTA (ajak follow, daftar kelas, download template, dll.)
- Kontak atau tautan penting
Cara Menyimpan dan Mengekspor E-Book di Canva (PDF yang Rapi)
Kalau desain sudah final:
- Klik Share / Bagikan
- Pilih Download / Unduh
- Pilih format: PDF
Pilih jenis PDF yang tepat
Biasanya Canva menyediakan pilihan seperti:
- PDF Standard: lebih ringan untuk dibagikan dan dibaca
- PDF Print: kualitas tinggi untuk cetak (file lebih besar)
Kalau e-book kamu fokus dibaca digital, PDF Standard cukup. Tapi kalau kamu ingin kualitas gambar maksimal atau ada rencana cetak, pilih PDF Print.
Cek ulang sebelum export
Sebelum unduh, lakukan “quality check”:
- typo dan ejaan
- konsistensi heading
- jarak margin aman (jangan terlalu mepet)
- link/QR code bisa dibaca
- nomor halaman (kalau pakai)
Tips Biar E-Book Kamu Terlihat “Mahal” Meski Bikin di Canva
Buat sistem heading yang jelas
Gunakan hirarki:
- Heading besar untuk judul bab
- Subheading untuk subtopik
- Bold/box untuk highlight
Pembaca suka konten yang gampang di-scan.
Tambahkan elemen “navigasi”
Kalau e-book agak panjang, pertimbangkan:
- daftar isi
- nomor halaman
- footer sederhana (judul e-book atau website)
Ini bikin e-book terasa seperti buku beneran, bukan sekadar slide panjang.
Sisipkan halaman “worksheet” atau checklist
E-book yang interaktif terasa lebih bernilai. Contoh:
- checklist langkah-langkah
- template isi
- kolom catatan
- mini kuis
Cara Menerbitkan dan Membagikan E-Book (Gratis atau Jualan)
Setelah jadi, kamu tinggal pilih jalur distribusinya:
1) Bagikan via media sosial dan link download
Cocok untuk lead magnet atau e-book gratis. Kamu bisa taruh link di:
- Instagram bio
- Linktree
- WhatsApp channel
- Telegram
2) Upload ke website atau blog
Kalau kamu punya website, e-book bisa jadi:
- bonus artikel
- konten gated (harus isi email)
- produk digital (pakai payment gateway)
3) Terbit di platform e-book seperti Amazon KDP
Kalau target kamu pembaca internasional, KDP bisa jadi opsi. Tapi pastikan format, cover, dan isi sudah sesuai standar platform tersebut.
4) Jual di marketplace produk digital
Kamu juga bisa jual di platform produk digital lokal/internasional. Biasanya mereka memudahkan:
- pembayaran
- pengiriman file otomatis
- kupon diskon
Kesalahan Umum Saat Bikin E-Book di Canva (Biar Kamu Nggak Ikut-Ikutan)
Terlalu banyak font dan warna
Ini penyakit klasik. Desain jadi terlihat “ramai” dan kurang fokus. Ingat: desain bagus itu yang memudahkan pembaca, bukan yang memamerkan semua fitur.
Teks kepanjangan dalam satu halaman
E-book itu bukan skripsi. Pecah paragraf, tambah subheading, dan berikan ruang napas (white space).
Tidak menyiapkan konten dulu
Kalau kamu desain dulu baru nulis, sering berakhir:
- layout berubah-ubah
- halaman jadi tidak konsisten
- revisi makin banyak
Workflow yang lebih enak: outline → draft final → desain.
Penutup: Bikin E-Book di Canva Itu Simpel, Asal Kamu Rapi
Membuat e-book dengan Canva itu realistis untuk siapa pun—pemula sekalipun—asal kamu disiplin di dua hal: konten yang jelas dan desain yang konsisten. Mulai dari pilih template, edit teks dan gambar, rapikan layout, lalu ekspor ke PDF, kamu sudah bisa punya e-book yang siap dibagikan atau dijual.











