Pelajarwajo.com – Bulan Ramadan selalu menghadirkan pola konsumsi yang unik: menjelang magrib, permintaan makanan/minuman ringan meningkat drastis, dan takjil menjadi “pintu masuk” sebelum orang menyantap hidangan utama. Bagi penjual kuliner musiman maupun pemula,omen ini adalah salah satu periode terbaik untuk menguji produk, membangun pelanggan, dan kalau dikelola benar menghasilkan profit yang sangat sehat dalam waktu singkat.
Di Indonesia, takjil identik dengan yang manis, segar, dan praktis. Menariknya, istilah “takjil” sendiri berasal dari bahasa Arab “ajila” yang bermakna menyegerakan—selaras dengan anjuran untuk menyegerakan berbuka dengan sesuatu yang ringan dan mudah didapat. Ini menjelaskan kenapa produk takjil yang paling laris biasanya memiliki tiga karakter utama:
- Cepat disajikan (antrian tidak lama)
- Mudah dimakan/dibawa (cup/box, sendok, sedotan)
- Rasanya familiar (comfort food) namun bisa diberi sentuhan pembeda
Di bawah ini, saya rangkum 15 menu takjil populer yang sering dicari saat Ramadan sekaligus bisa dijadikan ide jualan, lengkap dengan sudut pandang bisnis: positioning, rentang harga umum, dan tips supaya jualannya bukan sekadar “ikut rame”.
Mengapa Jualan Takjil Itu Menjanjikan?
Secara bisnis, takjil punya beberapa keunggulan yang jarang dimiliki segmen lain:
- Perputaran cepat (fast moving)
Jam jualan singkat, tetapi peak demand tinggi. Ini ideal untuk penjual yang ingin fokus pada jam tertentu tanpa operasional seharian. - Modal relatif fleksibel
Banyak bisa dimulai dari modal ratusan ribu sampai jutaan rupiah, tergantung skala, alat, dan kualitas bahan. - Repeat order tinggi
Orang berbuka puasa setiap hari. Kalau produk enak dan konsisten, pelanggan cenderung balik lagi besoknya. - Peluang bundling besar
Takjil bisa dijual dalam paket 3–5 item untuk keluarga/kantor, menaikkan nilai transaksi.
15 Menu Takjil Populer + Peluang Ide Jualannya
1) Kolak Pisang
Kolak pisang adalah “raja takjil” yang nyaris selalu dicari saat Ramadan: manis, gurih santan, dan mengenyangkan.
Harga jual umum: mulai ± Rp10.000/porsi (tergantung ukuran).
Tips jualan:
- Buat varian: kolak pisang + ubi, kolak pisang + kolang-kaling, kolak pisang gula aren.
- Jaga konsist sant (tidak pecah) dan aroma pandan.
2) Es Blewah
Minuman segar dengan blewah yang kaya vitamin A dan C; sangat diminati karena menyegarkan setelah puasa.
Harga jual umum: mulai ± Rp5.000up kecil.
Tips jualan:
- Mainkan kualitas sirup dan takaran gula—asa “pas” adalah kunci repeat. Sediakan opsi less sugar untuk segmen yang lebih sadar kesehatan.
3) Biji Salak
Olahan ubi jalar + tapioka yang kenyal, sering dijuluki “boba khas Indonesia”.
Harga jual umum: mulai ± Rp8.000/porsi.
Tips jualan:
- Fokus pada tekstur: biji salak harus kenyal tapi tidak keras.
- Packaging cup transparan membantu tampilan lebih menggoda.
4) Es Doger
khas Jawa Barat yang sudah jadi favorit lintas daerah.
Harga jual umum: sekitar ± Rp.000/porsi.
Tips jualan:
- Pastikan topping (kelapa muda/ketan hitam/roti) rapi dan tidak pelit.
- Buat 2 ukuran: small untuk “coba dulu”, large untuk pelanggan setia.
5) Bubur Sumsum
Tekstur lembut dengan kombinasi manis-gurih yang aman untuk semua usia.
Harga jual umum: mulai ± Rp10.000/porsi.
Tips jualan:
- Kekuatan bubur sumsum ada di keseimbangan: kuah gula merah wangi, bubur tidak menggumpal.
- Bisa dibuat premium dengan gula aren dan sedikit garam untuk memperkaya rasa.
6) Es Pisang Ijo
Menu klasik yang daya tariknya ada pada tampilan (hijau) dan rasa kuah santan + es serut.
Harga jual umum: mulai ± Rp15.000/porsi (cup kecil).
Tips jualan:
- Jual sebagai produk “signature” karena margin biasanya lebih baik.
- Pastikan pisang matang pas: tidak mentah dan tidak lembek.
7) Gorengan (Bakwan, Tempe Mendoan, Pisang Goreng, dll.)
Paling mudah dibuat dan punya pasar sangat luas.** jual umum:** mulai ± Rp1.000/.
Tips jualan:
- Kunci gorengan laris adalah renyah lebih lama: manajemen minyak, adonan, dan suhu.
- Bundling efektif: “Paket 10 pcs campur”.
8) Esah Segar
Takjil yang “aman” dan disukai banyak orang karena berisi campuran buah, sirup, dan es.
Harga jual umum: mulai ±Rp.000** (tergantung ukuran).
Tips jualan:
- Bedakan diri lewat kualitas buah (segar tidak memar) dan potongan rapi.
- Buat varian kuah: susu, yoghurt, atau sirup tertentu.
9) Bubur Sagu Mutiara
Kenyalnya sagu mutiara bertemu gurih santan; termasuk menu yang hampir selalu ada tiap Ramadan.
Harga jual umum: ±Rp10./porsi**.
Tips jualan:
- Jangan terlalu manis; banyak pelanggan mencari yang ringan tapi comforting.
- Warna mutiara yang menarik bisa jadi daya tarik visual.
10 Es Dawet
Cendol dari tepung hunkwe, disiram santan dan gula merah cair.
Harga jual: mulai ± Rp10.000/cup kecil.
Tips jualan:
- Gula merah harus wangi dan tidak “pahit gosong”.
- Santan sebaik stabil dan tidak terlalu encer.
11)ur Kampiun
Takjil khas Minang yang menggabungkan beberapa komponen (bubur sumsum, kolak, srikaya) dalam satu wadah—nilai “komplet” yang kuat.
Harga jual umum: sekitar ± Rp20000/porsi****Tips jualan
- Cocok jadi produk premium karena persepsi nilai tinggi.
- Perhatikan komposisi agar tidak “ramai tapi membingungkan”—harus tetap enak dan seimbang.
12) Es Kelapa Muda
Praktis, segar, dan dianggap menyehatkan pencernaan serta membantu menjaga kolesterol.
Harga jual umum: sekitar ± Rp10.000/porsi.
Tips jual:
- Gunakan kelapa muda dengan daging yang lembut.
- Tambahan selasih atau jeruk nipis bisa meningkatkan kesegaran.
13) Manisan Kolang-kaling
Banyak dicari saat Ramadan; selain lezat juga dikenal membantu pencernaan dan daya tubuh.
**Harga jual umum mulai ± Rp.000/bkus.
Tips jualan
- Mainkan varian rasa cocopandan, leci, jeruk, atau gula aren.
- Jual dalam ukuran kecil untuk impulse buying dan ukuran besar untuk stok keluarga.
14 Es Timun SuriMirip es blewah, dibuat dari irisan timun suri dan sering dipadukan dengan sirup cocopandan; khas Cirebon.
Harga jual umum: sekitar ± Rp./p.
Tips jualan:
- Irisan harus konsisten (tipis-ringan) agarak diminum.
- Cocok dipasarkan sebagai “menu musiman Ramadan”.
15) Es Cincau (Hitam/Hijau
Punya dua kubu penggemar: cincau hitam dan hijau. Keduanya menyegarkan dan mudah diterima pasar.
Harga jual umum:** mulai ± Rp10.000/cup (terg ukuran).
Tips jualan:
- Sediakan pilihan topping (susu, santan, gula aren).
- Pastikan cincau tidak berbau langu dan teksturnya bersih.
Cara Memilih Menu Takjil yang Tepat untuk Dijual (Biar Tidak Salah Start)
Kalau Anda baru mulai dan bingung mau ambil menu yang mana, gunakan kerangka sederhana ini:
1) Pilih 1 “produk utama” + 2 “produk pendamping”
Contoh kombinasi yang umum bekerja:
- Es buah (utama) + gorengan + manisan kolang-kaling
- Kolak pisang (utama) + biji salak + es cincau
- Es kelapa muda (utama) gor + es tim suri
Tujuannya supaya Anda: punya hero product yang jadi magnet,
- sekaligus menambah nilai transaksi lewat pendamping.
2) Sesuaikan dengan kemampuan produksi
Beberapa menu butuh keterampilan dan konsistensi lebih tinggi (misalnya es pisang ijo, bubur kampiun). Jika tim masih kecil, mulai dari yang:
- prosesnya repeatable,
- bahan bakunya mudah,
- risiko basi rendah.
H3) 3) Pertimbangkan daya tahan dan logistik
- Produk berkuah santan: perlu manajemen suhu dan kebersihan lebih ketat.
- Produk es: perlu pasokan es, cooler box, dan alur penyajian cepat.
Strategi Jualanjil agar Cepat Laris (Bukan Sekadar Ikut-ikutan)
Main di jam dan lokasi yang tepat
Takjil itu sangat “time sensitive”. Rekomendasi umum:
- Mulai siap jual 1,5–2 jam sebelum magrib
- Puncak ramai biasanya 30–45 menit sebelum berbuka
Lokasi ideal:
- dekat masjid, komplek ramai, pinggir jalan pulang kerja, atau area pasar kaget Ramadan.
2) Buat harga bertingkat + paket bundling
Gunakan strategi sederhana:
- Small (entry level): untuk orang yang ingin coba
- Regular/Large: untuk pelanggan yang sudah yakin
Contoh bundling:
- Paket Hemat: 2 takjil + 3 gorengan
- Paket Keluarga: 5 cup campur
- Paket Kantor: 20–30 porsi pre-order
3) Menang dengan konsistensi rasa dan kebersihan
Di bisnis takjil, promosi bisa menarik pembeli pertama, tapi yang bikin bertahan adalah:
- rasa stabil,
- takaran sama,
- wadah bersih,
- topping tidak pelit.
4) Optimalkan pre-order (PO) dan titip jual
Untuk menekan risiko sisa:
- buka PO harian (misalnya sebelum jam 14.00)
- kerja sama titip jual di warung, kedai, atau kantor
5) Branding sederhana tapi
Tidak perlu rumit. Cukup- nama menu jelas,
- label harga terlihat,
- kemasan rapi,
- satu “pembeda” (misalnya gula aren asli, buah premium, atau varian less sugar).
Takjil Itu Musiman, Tapi Pelanggannya Bisa Jadi Jangka Panjang
Berjualan takjil bulan Ramadan memang musiman, tetapi Anda bisa menjadikannya batu loncatan untuk bisnis kuliner yang lebih stabil. Kuncinya adalah memilih menu yang tepat, menjaga konsistensi rasa, dan menerapkan strategi penjualan yang sesuai dengan perilaku belanja menj berbuka.
Jika Anda ingin mulai dari yang paling aman, biasanya kombinasi minuman segar (es blewah/es buah/es cincau) + makanan hangat (kolak/bubur) + gorengan adalah paket paling realistis untuk pemula—karena pasarnya luas dan perputaran cepat.











