Pelajarwajo.com – Mulai 2026, siswa SD dan SMP tidak hanya mengikuti satu jenis ujian — ada dua asesmen yang digelar sekaligus dalam waktu yang sama. Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) kini disatukan pelaksanaannya, dan ini adalah hal baru yang perlu dipahami oleh orang tua maupun siswa sebelum hari ujian tiba.
Lalu, apa sebenarnya bedanya TKA dan AN? Siapa saja yang wajib ikut? Dan kapan jadwalnya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Mengapa TKA dan AN SD-SMP Digabung di 2026?
Penggabungan dua asesmen ini bukan tanpa alasan. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, Rahmawati, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan efisiensi dan efektivitas. Dengan menggabungkan TKA dan AN, jumlah jadwal ujian yang harus diikuti sekolah menjadi lebih sedikit.
Artinya, sekolah dan siswa tidak perlu lagi menyiapkan waktu dan tenaga untuk dua rangkaian ujian yang terpisah. Dalam satu hari ujian, siswa cukup mengerjakan satu mata pelajaran TKA dan satu survei AN secara berurutan.
Kebijakan ini berlaku untuk jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Berbeda dengan SMA/SMK yang memiliki lebih banyak mata pelajaran diujikan, jenjang SD dan SMP hanya mencakup dua mata pelajaran: Matematika dan Bahasa Indonesia.
Perbedaan TKA dan AN: Dari Pengertian hingga Hasil Akhir
Meski digelar bersamaan, TKA dan AN adalah dua instrumen yang berbeda secara fungsi dan tujuan. Berikut perbandingan lengkapnya:
Pengertian dan Fungsi
TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Hasilnya bersifat individual dan bisa digunakan siswa sebagai dokumen pertimbangan masuk jenjang pendidikan berikutnya.
AN, di sisi lain, adalah alat ukur mutu pendidikan secara menyeluruh — bukan untuk menilai individu, melainkan untuk memotret kualitas sistem pendidikan di tingkat satuan dan daerah. Informasi dari AN digunakan untuk perbaikan proses belajar-mengajar, bukan menjadi nilai rapor siswa.
Peserta: Siapa yang Ikut?
Sebelumnya, peserta AN dipilih secara sampling oleh pemerintah pusat. Dengan sistem baru ini, siapa pun yang terdaftar sebagai peserta TKA otomatis menjadi peserta AN.
“Jadi siapapun murid yang mendaftar menjadi peserta TKA, maka otomatis menjadi peserta Asesmen Nasional,” kata Rahmawati. Dengan kata lain, tidak ada lagi seleksi sampel AN dari pusat — semua siswa kelas 6, 9, dan 12 yang mendaftar TKA langsung tercakup.
Instrumen Penilaian
Untuk SD dan SMP, TKA mencakup dua mata ujian: Bahasa Indonesia dan Matematika.
Sementara AN menggunakan tiga instrumen:
- AKM (Asesmen Kompetensi Minimum) — mencakup literasi dan numerasi, yang selaras dengan mata pelajaran TKA.
- Survei Karakter — dikerjakan siswa untuk mengukur hasil belajar sosial-emosional.
- Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) — mengumpulkan data tentang kualitas proses pembelajaran di sekolah.
Hasil Akhir TKA vs AN: Beda Dokumen, Beda Manfaat
Hasil dari dua asesmen ini berbeda bentuk dan fungsinya.
TKA menghasilkan Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang ditujukan langsung kepada siswa. Dokumen ini bisa digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan seleksi masuk ke sekolah negeri jenjang berikutnya.
AN menghasilkan Rapor Pendidikan yang bermanfaat bagi sekolah — bukan siswa secara individu. Rapor ini menjadi bahan evaluasi dan perencanaan peningkatan mutu pendidikan di satuan pendidikan tersebut.h]
Apa yang Terjadi Jika Tidak Ikut TKA atau AN?
Pertanyaan ini penting untuk dipahami, terutama oleh orang tua dan pihak sekolah.
Bagi siswa yang tidak mengikuti TKA, konsekuensinya adalah tidak memiliki SHTKA. Padahal, sertifikat ini bisa menjadi dokumen penting saat mendaftar ke jenjang selanjutnya, terutama ke sekolah negeri.
Bagi sekolah, jika tidak ada murid yang terdaftar sebagai peserta TKA, maka sekolah tersebut otomatis tidak mengikuti AN. Dampaknya: Rapor Pendidikan sekolah tidak akan terbit di tahun 2027. Bahkan jika peserta TKA terlalu sedikit dan di bawah ambang batas sampel AN, Rapor Pendidikan bisa berstatus tidak memadai.
Ini menjadi sinyal penting bagi sekolah untuk mendorong siswa kelas 6 dan 9 agar mendaftar dan mengikuti TKA sesuai jadwal.
Jadwal Lengkap TKA dan AN SD-SMP 2026
Berikut jadwal resmi pelaksanaan TKA dan AN yang perlu kamu catat:
| Jenjang | Ujian Utama | Ujian Susulan |
|---|---|---|
| SMP/MTs/sederajat | 6–16 April 2026 | 11–19 Mei 2026 |
| SD/MI/sederajat | 20–30 April 2026 | 11–19 Mei 2026 |
Rincian Ujian Per Hari
Setiap siswa akan menjalani dua hari ujian sesuai sesi di kartu peserta. Berikut susunan kegiatannya:
Hari Pertama:
- Latihan soal: 10 menit
- TKA Matematika & Numerasi: 30 soal, durasi 75 menit
- Survei Karakter (AN): 20 menit
Hari Kedua:
- Latihan soal: 10 menit
- TKA Bahasa Indonesia & Literasi: 30 soal, durasi 75 menit
- Survei Lingkungan Belajar / Sulingjar (AN): 20 menit
Total durasi per hari sekitar 1 jam 45 menit di luar sesi latihan. Cukup singkat, tapi tetap butuh persiapan matang.
Penutup
TKA dan AN memang digelar dalam waktu yang sama, tapi keduanya punya peran yang berbeda. TKA mengukur kemampuan akademik individu siswa dan menghasilkan sertifikat yang bisa digunakan untuk seleksi sekolah. AN mengukur mutu sistem pendidikan secara keseluruhan dan menghasilkan Rapor Pendidikan untuk sekolah.
Yang paling penting dipahami: dengan sistem baru ini, setiap siswa yang mendaftar TKA secara otomatis turut berkontribusi pada penilaian kualitas sekolahnya. Jadi, pastikan kamu atau putra-putrimu sudah terdaftar dan siap menghadapi ujian sesuai jadwal. Pantau terus informasi resmi dari Kemendikdasmen untuk update terbaru.
FAQ SECTION (People Also Ask)
Apa perbedaan TKA dan Asesmen Nasional untuk siswa SD dan SMP?
TKA mengukur capaian akademik individu siswa pada mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia, menghasilkan sertifikat (SHTKA). Sementara AN mengukur mutu sistem pendidikan secara keseluruhan dan menghasilkan Rapor Pendidikan untuk sekolah — bukan nilai pribadi siswa.
Kapan jadwal TKA dan AN untuk SD dan SMP tahun 2026?
Untuk SMP/MTs, ujian utama digelar pada 6–16 April 2026. Untuk SD/MI, jadwalnya 20–30 April 2026. Keduanya memiliki jadwal susulan yang sama: 11–19 Mei 2026.
Apakah semua siswa wajib mengikuti TKA dan AN 2026?
Semua siswa kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang mendaftar TKA otomatis menjadi peserta AN. Tidak ada lagi seleksi sampling dari pusat. Semakin banyak siswa yang ikut, semakin valid data Rapor Pendidikan sekolah.
Apa akibatnya jika siswa tidak mengikuti TKA 2026?
Siswa yang tidak ikut TKA tidak akan mendapatkan SHTKA (Sertifikat Hasil TKA), yang bisa dibutuhkan saat seleksi masuk sekolah negeri jenjang berikutnya. Sekolah juga berisiko tidak menerbitkan Rapor Pendidikan jika jumlah peserta TKA terlalu sedikit.
Apa saja mata pelajaran yang diujikan dalam TKA SD dan SMP?
Untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs, TKA hanya mencakup dua mata pelajaran: Matematika dan Bahasa Indonesia. Ini berbeda dengan jenjang SMA/SMK yang memiliki lebih banyak mata ujian dalam TKA 2026.
Seorang Pelajar dari Wajo yang suka menulis artikel di blog untuk berbagi informasi, tips, dan pengalaman seputar dunia pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi pelajar di Indonesia











