Pelajarwajo.com – Tak hanya LPDP, pemerintah Indonesia punya 5 beasiswa lain untuk kuliah S2 dan S3 ke luar negeri. Semua terbuka untuk masyarakat umum, PNS, TNI, hingga Polri.
LPDP Bukan Satu-satunya Jalan! Ini 5 Beasiswa S2-S3 Pemerintah untuk Kuliah ke Luar Negeri
Kalau ngomongin beasiswa luar negeri dari pemerintah, yang pertama terlintas di kepala pasti LPDP. Wajar sih, namanya memang sudah sangat familiar di kalangan pelajar Indonesia. Tapi ternyata, LPDP bukan satu-satunya pilihan, lho!
Pemerintah Indonesia sebenarnya punya cukup banyak program beasiswa untuk jenjang magister (S2) dan doktor (S3) yang juga bisa mengantarkan kamu kuliah di luar negeri. Sama seperti LPDP, beasiswa-beasiswa ini menanggung biaya studi alias UKT mahasiswa. Bahkan, sebagian besar mencakup berbagai perguruan tinggi terbaik dunia dengan pilihan program studi yang beragam.
Yang menarik, semua beasiswa ini terbuka bagi masyarakat Indonesia secara umum — termasuk pegawai kementerian, anggota TNI, Polri, hingga PNS aktif. Jadi buat kamu yang belum berhasil lolos LPDP atau sedang mencari alternatif, ada baiknya mulai melirik opsi-opsi berikut ini.
Perlu dicatat, ada beasiswa yang sudah buka pendaftaran di tahun 2026 ini, dan ada pula yang belum. Jadi, pastikan kamu terus memantau informasi resmi dari masing-masing program.
1. Beasiswa Unggulan (Kemendikdasmen)
Program ini dikelola oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Beasiswa Unggulan dirancang untuk mendukung putra-putri terbaik bangsa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 hingga S3 di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.
Beasiswa ini terbuka bagi masyarakat berprestasi, termasuk penyandang disabilitas, serta ada skema khusus bagi pegawai di lingkungan Kemendikdasmen. Komponen yang ditanggung meliputi biaya pendidikan, biaya hidup, biaya buku, dan biaya hidup pendamping khusus untuk penyandang disabilitas.
Beberapa syarat yang perlu diperhatikan antara lain: batas usia maksimal 32–33 tahun untuk S2 dan 46–47 tahun untuk S3, memiliki LoA (Letter of Acceptance) atau surat aktif kuliah, IPK minimal 3,00, serta sertifikat kemampuan bahasa Inggris untuk tujuan luar negeri. Pendaftar juga wajib membuat rencana studi atau proposal penelitian disertasi dan esai 1.500–2.000 kata sesuai ketentuan.
Kabar baiknya, pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 sudah resmi dibuka per 2 Februari 2026. Jadi kalau tertarik, segera cek info lengkapnya di laman resmi Kemendikdasmen.
2. Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
BIB adalah hasil kolaborasi antara Kementerian Agama (Kemenag) dan LPDP Kementerian Keuangan. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang keagamaan, sains, teknologi, serta sosial humaniora.
Beasiswa ini bersifat fully funded alias biaya penuh, mencakup jenjang S1, S2, hingga S3, baik untuk studi di dalam maupun luar negeri. Komponen yang dibiayai meliputi biaya pendaftaran, SPP (tuition fee), tunjangan buku, biaya penelitian dan ujian, seminar internasional, publikasi jurnal, transportasi, asuransi kesehatan, biaya hidup bulanan, biaya kedatangan, pengurusan visa, hingga tunjangan keluarga untuk jenjang doktor.
BIB terbuka untuk masyarakat umum, termasuk santri, siswa, mahasiswa, guru, penyuluh agama, dosen, tenaga kependidikan, alumni pendidikan keagamaan, hingga pegawai di lingkungan Kemenag. Untuk tahun 2026, informasi pembukaan pendaftaran belum diumumkan secara resmi — jadi pantau terus kanal resmi Kemenag.
3. Beasiswa Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi)
Beasiswa dari Komdigi ini berfokus pada pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi dan informatika. Ada dua skema beasiswa yang tersedia: beasiswa reguler yang terbuka bagi aparatur pemerintah pusat dan daerah, anggota TNI dan Polri, serta masyarakat umum dan karyawan swasta di bidang teknologi; serta beasiswa internal khusus pegawai negeri sipil di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Untuk program S2 luar negeri, Komdigi membuka peluang studi di lima negara dengan kampus mitra yang sudah ditentukan, antara lain University of Twente di Belanda, Tsinghua University di China, International Institute of Information Technology di India, Eotvos-Lorand University di Hungaria, dan The University of Electro-Communications di Jepang.
4. Beasiswa Degree by Research (DbR) — BRIN
Beasiswa ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Program DbR ditujukan bagi sumber daya manusia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang ingin meningkatkan kualifikasi dan kompetensinya melalui pendidikan formal berbasis penelitian.
Program ini cocok bagi kamu yang memiliki minat kuat di dunia riset dan ingin berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan Indonesia. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan persyaratan bisa diakses melalui laman resmi BRIN.
5. Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) — Kemendikbudristek
BPI adalah program beasiswa pemerintah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dengan dukungan pendanaan dari LPDP. Program ini mencakup beasiswa bergelar (degree) untuk jenjang S2 dan S3, baik di dalam maupun luar negeri.
Sasaran penerima BPI cukup luas, mulai dari dosen, tenaga pengajar, mahasiswa berprestasi, hingga pelaku seni dan budaya. Komponen yang ditanggung antara lain biaya kuliah, biaya hidup, biaya riset, hingga transportasi. Pendaftaran BPI 2026 belum resmi dibuka — pantau pengumuman terbaru di laman Kemdikbud.
Semua Bisa Dicoba, Tidak Harus LPDP
Dari kelima beasiswa di atas, terlihat bahwa pemerintah Indonesia cukup serius menyediakan jalur pendidikan tinggi ke luar negeri bagi warganya — tidak hanya melalui LPDP. Masing-masing beasiswa punya fokus dan segmen yang berbeda, jadi pilihlah yang paling sesuai dengan latar belakang dan tujuan studimu.
Yang terpenting, terus update informasi dari situs atau media sosial resmi masing-masing program beasiswa karena jadwal pembukaan pendaftaran bisa berubah sewaktu-waktu.
FAQ
1. Apakah beasiswa-beasiswa ini terbuka untuk PNS dan TNI/Polri? Ya, seluruh beasiswa yang disebutkan terbuka untuk masyarakat umum, termasuk PNS aktif, anggota TNI, dan Polri.
2. Apakah semua beasiswa ini menanggung biaya kuliah penuh? Sebagian besar bersifat fully funded, mencakup biaya kuliah, biaya hidup, dan komponen lainnya. Namun, komponen yang ditanggung bisa berbeda-beda tergantung program beasiswanya.
3. Beasiswa mana yang sudah buka pendaftaran di tahun 2026? Beasiswa Unggulan dari Kemendikdasmen sudah resmi dibuka per 2 Februari 2026. Untuk beasiswa lainnya seperti BIB dan BPI, informasi pembukaan pendaftaran 2026 belum diumumkan secara resmi.
4. Apakah penyandang disabilitas bisa mendaftar? Ya, Beasiswa Unggulan secara khusus membuka peluang bagi penyandang disabilitas dengan komponen biaya hidup pendamping yang ditanggung.
5. Di mana bisa mencari informasi terbaru tentang beasiswa-beasiswa ini? Masing-masing beasiswa memiliki laman resmi: Beasiswa Unggulan di situs Kemendikdasmen, BIB di beasiswa.kemenag.go.id, BPI di beasiswa.kemdikbud.go.id, Komdigi di laman resmi Kementerian Kominfo, dan DbR di laman resmi BRIN.
Masih banyak informasi seputar beasiswa dan pendidikan tinggi yang terus berkembang. Pantau terus laman resmi masing-masing kementerian dan lembaga terkait agar kamu tidak ketinggalan jadwal pembukaan pendaftaran. Bagikan artikel ini jika kamu rasa bermanfaat untuk orang-orang di sekitarmu yang sedang mencari peluang beasiswa.
Muh Fikal Nasir — Content writer & Desain Grafis dengan 3+ tahun pengalaman. Penulis di Pelajar Wajo yang suka berbagi info seputar pendidikan, teknologi, dan tips bermanfaat buat pelajar & mahasiswa Indonesia.











